Muka lama, Wajah Baru.
Mimpi menjadi seorang penulis yang "produktif" selalu saja digagalkan oleh kemalasan diri sendiri yang suka kumat seenaknya. Zaman putih abu-abu, persiapan ujian sekolah dan persiapan masuk perguruan tinggi adalah salah satu alasan a.k.a pembenaran pada diri sendiri untuk malas menulis, padahal, masa- masa itulah semangat menulis dan mimpi menjadi seorang penulis sedang menggebu-gebunya. lulus SMA, lanjut pendidikan di salah satu Sekolah Tinggi Kedinasan pun begitu, sama saja. kemalasan dalam hal menulis semakin merjalela, padahal ada banyak hal dan pengalaman baru yang sayang sekali terlewatkan tanpa diabadikan dalam sebuah memori tulisan. berkali-kali membuat akun di blog, namun selalu saja berujung tragis, saat awalnya saja yang semangat, setelah itu kemalasan kembali ke titik nol lagi.
Waktu berlari cepat sekali, setelah selesai pendidikan sekolah tinggi, peruntungan tes cpns, mencicipi dunia kerja kantoran di usia yang masih sangat belia (saat itu ;p), dan sekarang kembali lagi di dunia pendidikan dengan judul "Tugas Belajar" yang jauh lebih banyak polemiknya dan jauh lebih berat tentunya, tapi bukan itu sih inti dari semuanya. Intinya, setelah lama sekali jadi "Putri Tidur" dalam hal dunia tulis menulis, saya ingin kembali menulis lagi. Yap, Muka Lama Wajah Baru. Semoga bisa lebih konsisten dengan apa yang ingin dituangkan dalam tulisan. Wajah baru ini, semoga saja tidak semangat di awalnya saja.
Dulu, motivsi menulis adalah bisa menjadi penulis terkenal, bisa terbitkan buku di penerbit Gramedia dan menghasilkan banyak karya lainnya. Sebuah angan-angan yang terlalu muluk-muluk saat itu, namun tidak semustahil menjadi astronot saat itu, pikirku. Namun, ya itu tadi, back to many reason yang intinya sih karena kemalasan yang akut, semuanya menjadi hanya angan-anagan semata, tidak terealisasi.
makanya saat ini, tujuan utamanya gak usah muluk-muluk, yang penting konsisten, udah itu aja. hihi. semoga semangat selalu, Wi.
Dulu, motivsi menulis adalah bisa menjadi penulis terkenal, bisa terbitkan buku di penerbit Gramedia dan menghasilkan banyak karya lainnya. Sebuah angan-angan yang terlalu muluk-muluk saat itu, namun tidak semustahil menjadi astronot saat itu, pikirku. Namun, ya itu tadi, back to many reason yang intinya sih karena kemalasan yang akut, semuanya menjadi hanya angan-anagan semata, tidak terealisasi.
makanya saat ini, tujuan utamanya gak usah muluk-muluk, yang penting konsisten, udah itu aja. hihi. semoga semangat selalu, Wi.
Komentar
Posting Komentar